Baik, ini dia kisah *dracin* fantasi dengan judul "Aku Mencintaimu dalam Kebisuan, Tapi Kebisuan Itu Menjerit" yang kamu inginkan: **Aku Mencintaimu dalam Kebisuan, Tapi Kebisuan Itu Menjerit** Lentera-lentera *bercahaya* di permukaan Danau Rembulan, api mereka menari seperti kunang-kunang yang tersesat. Di dunia manusia, mereka hanya hiasan indah. Namun di alam roh, setiap lentera adalah BISIKAN jiwa yang hilang, setiap pantulannya adalah KENANGAN yang terendam. Namaku Lian. Atau begitulah aku mengingatnya. Aku terbangun di hutan terlarang, di antara dua dunia. Dulu aku seorang gadis biasa di kota yang bising, sekarang... aku merasakan **roh** mengalir dalam nadiku, suara-suara asing berbisik di benakku. Di dunia manusia, aku hanyalah bayangan yang lewat. Tak seorang pun mengingat wajahku, seolah aku tidak pernah ada. Namun di dunia roh, BAYANGAN berbicara padaku. Mereka menceritakan kisah tentang seorang putri yang hilang, tentang kutukan kuno, dan tentang cinta yang abadi. Bulan, saksi bisu dari kedua dunia, seolah mengingat namaku. Setiap malam, cahayanya memelukku, berbisik: "Lian... Lian... **TAKDIR** menantimu." Aku bertemu dengan Bai, seorang pemuda tampan berambut perak, matanya setajam pedang. Dia adalah penjaga perbatasan antara dunia manusia dan dunia roh. Dia bisu, namun matanya berbicara dengan bahasa yang lebih dalam dari kata-kata. Bai membimbingku, melindungiku, dan... aku merasakan getaran aneh setiap kali tangannya menyentuh tanganku. Aku mencintainya dalam kebisuan ini, namun kebisuan itu *menjerit* dalam jiwaku. Kisah kematianku di dunia lama adalah kunci dari semuanya. Aku *tidak* mati karena kecelakaan seperti yang kukira. Aku *dibunuh*. Dibunuh untuk membuka gerbang antara kedua dunia, dibunuh agar takdirku yang sebenarnya *dimulai*. Aku adalah putri yang hilang, pewaris terakhir garis darah yang memiliki kekuatan untuk menyeimbangkan kedua dunia. Dan Bai... dia *bukan* hanya seorang penjaga. Dia adalah *roh* yang terikat padaku sejak ribuan tahun lalu, pelindung abadi yang mencintaiku dalam setiap reinkarnasi. Namun ada kekuatan yang lebih besar yang bermain. Seorang penyihir jahat, Yuandi, yang haus akan kekuatan, memanipulasi takdirku sejak awal. Dia menggunakan kematianku, cintaku pada Bai, dan bahkan identitasku sebagai putri yang hilang untuk mencapai tujuannya: menguasai kedua dunia. *Siapa yang mencintai dengan tulus, dan siapa yang hanya memanipulasi?* Bai dan aku harus bertarung, bukan hanya untuk menyelamatkan kedua dunia, tetapi juga untuk merebut kembali cinta sejati kami dari cengkeraman Yuandi. Pertarungan kami mengguncang kedua dunia, memicu badai dan banjir, membangkitkan roh-roh kuno. Di puncak pertarungan, aku menyadari bahwa Yuandi tidak menginginkan kekuatan. Dia menginginkan *keabadian*. Dia ingin *hidup* selamanya, dan satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan mengorbankan cintaku dan Bai. Namun, cinta kami lebih kuat dari sihirnya. Dalam momen terakhir, Bai dan aku bersatu, menyalurkan semua energi kami ke dalam satu serangan yang menghancurkan Yuandi menjadi debu. Dunia aman. Takdirku terpenuhi. Aku dan Bai berdiri berdampingan, menatap Danau Rembulan yang tenang. Namun, aku masih memiliki satu pertanyaan yang membakar dalam hatiku: *Siapa yang benar-benar mencintai, dan siapa yang hanya menjadi bidak dalam permainan takdir?* Dan kemudian, Bai berbalik menatapku, matanya yang bisu menyampaikan sebuah kebenaran yang *menyakitkan*. Dia *tidak* mencintaiku seperti yang aku cintai padanya. Dia hanya *melindungi*ku, seperti yang ditakdirkan. Cintanya adalah tugas, bukan perasaan. Aku sendirian, sekali lagi. *Dalam kebisuan ini, hanya bayangan yang tahu jawabannya, dan bayangan itu berbisik... * ***"Yang mencintai itu bukan matamu, tapi jiwamu, Lian. Jiwamu yang memilih takdir ini."*** Dan kemudian, semuanya menjadi gelap. *Karena dalam tidur yang abadi, mimpi tetap menenun benang-benang takdir, dan cintaku adalah kunci untuk membuka gerbang selanjutnya… **Atau justru menutupnya?!**"*
You Might Also Like: Lac La Belle Wisconsin Wi 53066 Profile

Share on Facebook