Baiklah, ini dia kisah dracin yang saya buat, berjudul 'Ia Mencintaiku Dalam Mode Gelap': **Ia Mencintaiku Dalam Mode Gelap** Jiang Mei, dulu adalah bunga *plum* yang mekar di musim semi kehidupan. Naif, penuh tawa, dan dicintai oleh semua. Namun, taman indahnya dihancurkan. Kekuasaan Wang Zhao, seorang pangeran licik dengan senyum semanis madu beracun, merebut segalanya. Ia kehilangan keluarga, kehormatan, dan hatinya remuk berkeping-keping di bawah kaki Wang Zhao. Lima tahun berlalu. Jiang Mei yang dulu sudah mati. Yang berdiri di sana adalah Zhao Lin, seorang wanita anggun dengan mata sedalam jurang. Kecantikannya masih memukau, namun di baliknya tersembunyi **BADAI**. Ia kembali ke istana, bukan sebagai kekasih yang merindu, melainkan sebagai *penasihat* Wang Zhao, bayangan yang selalu ada di sisinya, mengendus kesempatan. Ia belajar tentang strategi, intrik, dan kelemahan manusia. Zhao Lin menjelma menjadi bunga teratai yang tumbuh di medan perang. Akarnya menghisap nutrisi dari penderitaan, kelopaknya merekah dengan keanggunan mematikan. Setiap senyumnya adalah kalkulasi, setiap bisikannya adalah racun yang bekerja perlahan. Wang Zhao, yang kini menjadi Kaisar, terpesona dengan kecerdasan dan ketenangan Zhao Lin. Ia tidak menyadari bahwa wanita yang ia puja setiap hari sedang menenun jaring yang akan menjeratnya. Balas dendam Zhao Lin bukan tentang teriakan marah dan pertumpahan darah. Ia menginginkan yang lebih; kehancuran total dan *sempurna*. Ia menggunakan keahliannya untuk memanipulasi aliansi, menabur benih keraguan di antara para pejabat, dan membocorkan rahasia negara kepada musuh Wang Zhao. Dengan setiap langkahnya, kekaisaran yang dibangun Wang Zhao mulai retak. Ia bahkan menanamkan racun halus ke dalam cangkir teh Kaisar, racun yang perlahan melemahkan tubuh dan pikirannya. Satu malam yang gelap dan sunyi, Zhao Lin berdiri di hadapan Wang Zhao, yang terbaring lemah di ranjangnya. Cahaya bulan menerobos masuk melalui jendela, menerangi wajahnya yang tanpa ekspresi. "Kau... siapa kau sebenarnya?" tanya Wang Zhao dengan suara serak. Zhao Lin tersenyum tipis. "Aku adalah bunga yang kau hancurkan, Kaisar. Dan kini, aku akan memanen apa yang kau tabur." Tanpa kata-kata lagi, ia membalikkan cangkir berisi racun ke mulut Wang Zhao. Setelah memastikan nyawa Wang Zhao melayang, Zhao Lin berjalan keluar dari kamar tidur Kaisar, meninggalkan kekacauan di belakangnya. Ia berdiri di balkon, memandang istana yang gemerlap di bawah langit malam. Ia telah mendapatkan kembali kehormatannya, membalaskan dendam keluarganya, dan merebut kembali kekuasaan atas hidupnya. ***IA MENCINTAiku DALAM MODE GELAP, TAPI AKU MENYALAKAN CAHAYA SENDIRI DAN MEMBIARKANNYA TERBAKAR.***
You Might Also Like: 73 Maurita De La Torre Exploring

Share on Facebook