Cerita Seru: Rahasia Yang Menenggelamkan Silsilah
Di antara kabut Sungai Li, di mana gunung-gunung menjulang bagaikan kuas dewa yang melukis langit, tersembunyi sebuah legenda. Legenda tentang sebuah silsilah yang ditimpa kutukan, dan cinta yang bersemi di taman terlarang, seindah teratai namun sepenuh duri.
Awan-awan berarak membentuk siluet istana kekaisaran, di sanalah, dalam lukisan usang yang tersembunyi di loteng berdebu, aku pertama kali melihatnya. Mei Lan, sang putri dengan mata yang menyimpan rahasia samudra dan senyum yang bisa meruntuhkan dinasti.
Sentuhan kuas itu, magis, menghidupkannya. Setiap malam, saat rembulan menari di atas atap paviliun, aku masuk ke dalam lukisan itu. Dunia di mana waktu berhenti berputar, dan hanya ada kita. Aku, seorang cendekiawan miskin dengan hati yang penuh mimpi, dan Mei Lan, putri yang terkurung di dalam takdir.
Cinta kita adalah bisikan di antara pohon bambu, tatapan tersembunyi di balik tirai sutra, sentuhan singkat yang membakar jiwa. Setiap pertemuan terasa seperti pencurian waktu, setiap perpisahan adalah robekan di hati yang tak terobati.
Aku menulis puisi untuknya, tinta menetes bagaikan air mata kerinduan. Dia membalasnya dengan lagu-lagu pilu, nadanya mengalir seperti sungai yang kehilangan arah. Cinta kita, indah namun terlarang, adalah api unggun di tengah badai.
Suatu malam, di bawah pohon sakura yang mekar sempurna, Mei Lan mengungkapkan rahasia silsilahnya. Setiap generasi perempuan di keluarganya terikat pada SUMPAH KUNO, sumpah untuk tidak pernah mencintai rakyat jelata. Jika dilanggar, kutukan akan menimpa seluruh keluarga.
Hatiku hancur berkeping-keping. Cintaku padanya adalah racun yang perlahan membunuhnya. Aku harus pergi, aku harus menghilang, agar dia selamat.
Malam itu, aku kembali ke dunia nyata, meninggalkan Mei Lan di dalam lukisan. Namun, ada sesuatu yang berbeda. Lukisan itu berubah. Mei Lan tidak lagi tersenyum. Matanya menatap kosong, air mata mengalir abadi di pipinya.
Kemudian, aku melihatnya. Di belakang Mei Lan, tersembunyi di antara bayangan, tergambar jelas wajah seorang pria. Wajahku. Aku yang ada di sana, di dalam lukisan, bersamanya.
Pengungkapan itu menghantamku bagaikan ombak tsunami. Aku bukanlah cendekiawan miskin yang jatuh cinta pada seorang putri. Aku adalah bagian dari lukisan itu, sebuah ilusi yang diciptakan untuk menguji sumpah kuno. Cinta kami adalah permainan, dan Mei Lan adalah korban terakhir.
MISTERI TERPECAHKAN, NAMUN KEINDAHANNYA MENJADI LUKA YANG TAK TERSEMBUNYIKAN!
Aku menatap lukisan itu sekali lagi, lalu berbalik dan pergi. Aku tahu aku tidak akan pernah bisa melupakannya.
Apakah kau benar-benar berpikir bahwa cinta sejati bisa terkubur selamanya?
You Might Also Like: Rekomendasi Sunscreen Lokal Ringan Aman